QUESTION: Apa yang kalian ketahui tentang Presiden Pertama Indonesia?
Well okey gue disini akan mencoba mewakili pemuda pemudi Indonesia yang lahir pada tahun 80an, untuk menjawab pertanyaan diatas. Beliau sangat berperan atas kemedekaan Indonesia, beliau lah yang pertama mencetuskan konsep pancasila sebagai dasar Negara, selalu membuat kagum rakyat Indonesia dengan pidato pidato nya yang spektakuler, memiliki kharisma yang luar biasa sebagai pemimpim maupun dalam hal memikat hati para wanita, dan.... emmmmhhhhh u know what ? gue akan membuat sebuah pengakuan, kalau gue bukan lah orang indonesia yang mempunyai rasa Nasionalisme yang tinggi. Gue lebih memilih dengar lagu barat atau korea, gue lebih memilih baca biografi Michael Jakson dibanding baca buku biografi pahlawan pahlawan Indonesia, gue lebih memilih dengerin lagu hip hop dibanding keroncong, gue minta maaf banget karena rasa nasionalisme gue yang rendah. Tapi gue ga tidak akan minta maaf kalau gue lebih milih nonton Beyonce di MTV dibanding gue harus nonton Kangen Band di dahsyat.
Untuk membayar kesalahan gue karena memiliki rasa nasionalisme yang rendah ini, kemaren gue lebih milih nonton film Soekarno dibanding Film Hollywood Hunger Games, okey gue akuin karena Nyokap pengen banget nonton film yang banyak mengundang kontroversi tersebut. Selain nyokap emang pengen nonton, ada hal yang menarik yang terdengar di kuping gue, menurut teman teman nyokap “Film ini sih cocoknya judulnya Soekarno Galau”. Kenapa? Kenapa temen temen Nyokap yang ikut merasakan pemerintahan Soekarno berpendapat seperti itu? Mari kita cari tahu
Gue tidak akan membahas masalah teksnis, menghindari teori soktahusisasi dimana pengetahuan teknis gue terbatas, but it was okey
Film ini dibuka dengan adegan penangkapan Soekarno oleh para tentara Belanda, lalu disambung dengan masa kecilnya.....
Koesno Sosrodihardjo, itulah nama asli dari Soekarno yang terpaksa diganti disaat umurnya 5 tahun karena sering sakit. Kisah masa kecilnya sudah memperlihatkan bagaimana Soekarno adalah bukanlah hanya seorang bocah biasa, dengan adegan beliau sering berlatih berpidato di depan kaca, memperlihatkan bagaimana ia sudah mempunyai cita cita menjadi "seseorang". Lalu Hanung Bramantyo sang sutradara, berhasil membawa penonton tersenyum melihat seorang bocah menggunakan kelihaiannya dalam melukis, untuk memikat lawan jenis.
Kekaguman Soekarno melihat tokoh pahlawan Cokroaminoto berpidato, menjadi penyambung adegan dimana Soekarno beranjak dewasa sedang berpidato di depan ratusan rakyat Indonesia. Dimana disaat itu juga tiba tiba Soekarno ditangkap lagi oleh tentara Belanda yang disambung dengan adegan Seokarno berada di penjara, lalu akhirnya dibuang ke Bengkulu dan hidup bersama Istrinya kedua nya Inggit. (istri yang sebelumnya manah? sapah? )
Cerita ini begitu terasa cepat, seperti banyak yang tertinggal untuk diceritakan kepada penonton terlebih lagi untuk penonton yang tidak merasakan pemerintahan beliau. Dan ternyata benar, disaat adegan tersebut berlangsung, Nyokap membisiku " Yah sayang banget ga diceritain mengenai pertemuan nya dengan Inggit"
Lalu pertanyaan ibu ku selanjutnya adalah, kenapa masa penjajahan jepang yang hanya berlangsung selama 3 tahun, lebih mendominasi dibanding dengan masa penjajahan Belanda yang jelas sudah berlangsung sebelum Soekarno lahir.
Disini pun Soekarno terlihat lemah sekali menghadapi tentara jepang, gue pun bertanya sama Nyokap "Soekarno kok gitu mah?"
Nyokap jawab "mamah tuh taunya perjuangan dia pas melawan Belanda, dia bener bener hebat deh tuh"
Lalu gue berusaha konsentrasi kembali pada Film yang membuat gue lumayan sedikit boring di beberapa adegan. Pertemuannya dengan Fatmawati disaat Soekarno masih menjadi suami Inggit, membuat film ini menjadi menarik kembali. Namun tidak disangka, cerita beliau dengan Fatmawati lah yang membuat teman teman nyokap mengatakan "Film ini pantasnya berjudul Soekarno Galau".
Cerita cinta segitiga, Antara Soekarno bersama dua wanita yang dicintainya, benar benar mendominasi cerita. Soekarno terlihat sering bengong, bingung, bahkan urusan Negara yang harus segera beliau tangani pun ikut terganggu karena masalah pribadinya,
Well anyway ini pertama kali gue jatuh cinta dengan sang actor Aryo Bayu, karena ia berhasil memerankan perannya sebagai Soekarno yang memilki kharisma yang luar biasa sehingga membuat banyak wanita jatuh cinta pada nya, tapi sayangnya bukan kharisma sebagai pemimpin (kebanyakan galaunya siiiih )
Setelah gue keluar dari bioskop, Nyokap bilang
Nyokap :
"Sayang banget ga dilihatin pas Soekarno kuliah di ITB, sangat sedikit di jaman itu orang Indonesia yang bisa kuliah disana"
Gue:
"Terus dia ketemu Inggit dimana mah?"
Nyokap:
"Ya itu pas di Bandung, pas dia kuliah di ITB dia tinggal di tempat seniornya yang merupakan suami inggit, nah terjadilah sebuah drama hehe"
Gue:
"Wah seru banget tuh kayanya"
Tokoh Fenomenal seperti Soekarno, tidak mungkin cukup untuk menceritkan kehidupannya hanya dalam waktu 2 jam. Mungkin seharusnya Film ini terdari Soekarno Part 1, Part 2, Part 3, mungkin hingga Part 4.
Sebagai penggemar Film biografi gue cukup kecewa dengan Film ini, karena pesan yang berusaha Hanung sampaikan tidak sampai, well kecuali satu bahwa Soekarno sangaaaaat menyukaiiiiiii wanitaaaaaaaaaaaaaa.
Cerita cinta segitiga, Antara Soekarno bersama dua wanita yang dicintainya, benar benar mendominasi cerita. Soekarno terlihat sering bengong, bingung, bahkan urusan Negara yang harus segera beliau tangani pun ikut terganggu karena masalah pribadinya,
Well anyway ini pertama kali gue jatuh cinta dengan sang actor Aryo Bayu, karena ia berhasil memerankan perannya sebagai Soekarno yang memilki kharisma yang luar biasa sehingga membuat banyak wanita jatuh cinta pada nya, tapi sayangnya bukan kharisma sebagai pemimpin (kebanyakan galaunya siiiih )
Setelah gue keluar dari bioskop, Nyokap bilang
Nyokap :
"Sayang banget ga dilihatin pas Soekarno kuliah di ITB, sangat sedikit di jaman itu orang Indonesia yang bisa kuliah disana"
Gue:
"Terus dia ketemu Inggit dimana mah?"
Nyokap:
"Ya itu pas di Bandung, pas dia kuliah di ITB dia tinggal di tempat seniornya yang merupakan suami inggit, nah terjadilah sebuah drama hehe"
Gue:
"Wah seru banget tuh kayanya"
Tokoh Fenomenal seperti Soekarno, tidak mungkin cukup untuk menceritkan kehidupannya hanya dalam waktu 2 jam. Mungkin seharusnya Film ini terdari Soekarno Part 1, Part 2, Part 3, mungkin hingga Part 4.
Sebagai penggemar Film biografi gue cukup kecewa dengan Film ini, karena pesan yang berusaha Hanung sampaikan tidak sampai, well kecuali satu bahwa Soekarno sangaaaaat menyukaiiiiiii wanitaaaaaaaaaaaaaa.
Namun bagaimana pun juga gue menghargai karya karya Hanung seperti Jomblo, Sang pencerah, Tanda Tanya. Gue disini sebagai penonton cuman bisa mengritik, belom tentu bisa membuat, gue gatau apa aja yang menjadi dialami atau masalah Hanung disini untuk membuat FIlm ini menjadi lebih baik. Jadi mas Hanung...ditunggu karya karya selanjutnya ya mas PEACE LOVE AND GAWOL
